Cuekin Imbauan Pemerintah, Shalat Jumat Tetap Digelar di Masjid Agung Takalar

TakalarNews.id. Pemerintah Daerah Takalar telah mengeluarkan maklumat bersama MUI dan Kemenag Takalar, yang berisi panduan ibadah ramadhan dan idul fitri 1 Syawal di tengah pandemi covid 19, ditandatangani 23 April 2020.

Salah satu isi maklumat tersebut adalah pelaksanaan shalat jumat dan shalat berjamaah dimasjid untuk sementara ditiadakan. Shalat Jumat diganti shalat dhuhur, dan shalat 5 waktu dilaksanakan dirumah masing-masing berjamaah dengan anggota keluarga.

Maklumat bersama ini dikeluarkan menindaklanjuti edaran menteri agama RI, seruan Gubernur Sulsel, MUI, dan kemenag Sulsel, sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Namun sepertinya maklumat ini tidak mempunyai pengaruh bagi sebagian warga Takalar. Kebijakan tersebut dianggap tidak bertaji, sehingga seenaknya dicuekin.

Faktanya, hari ini shalat Jumat di masjid masih banyak ditemui, bahkan tidak terkecuali di Masjid Agung Takalar, salah satu simbol kehidupan beragama di daerah ini.

Sehari-harinya, shalat 5 waktu berjamaah juga tetap digelar di Masjid Agung. Parahnya, banyak ASN yang ditemukan membandel dengan imbauan pemerintah tersebut, dengan tetap mengikuti shalat jumat dan shalat berjamaah di masjid.

Menanggapi hal ini, Lurah Kalabbirang Bansuhari Said sangat menyayangkan sikap warganya yang tidak patuh terhadap imbauan pemerintah.

“Kami tim tanggap kelurahan dan tim tanggap Kecamatan sdh maksimal melakukan imbauan demi imbauan ke masyarakat,” kata Bansuhari melalui pesan WA, Jumat (1/5/2020).

Menurutnya, Maklumat Bersama Bupati telah ditempelkan di Masjid, bahkan pihaknya sudah melakukan kunjungan ke Masjid Agung untuk mengingatkan hlimbauan pemerintah terkait physical distancing, tapi ternyata masyarakat tetap melaksanakan shalat berjamaah.

“Kalau soal shalat jumat, jauh2 hari sebelum Ramadhan pun kami sudah menyampaikan Surat edaran Gubernur, Bupati dan maklumat Kapolri ke semua pengurus masjid, tapi masyarakat masih tetap melaksanakannya,” tambahnya.

Hal senada disampaikan kabag kesra Setda Takalar, Amran Torada. Ia menjelaskan ada maklumat bersama yang telah dibuat antara Bupati, MUI dan Kemenag mengimbau kepada Masyarakat Takalar untuk sementara waktu pelaksanaan shalat Jumat dan dan shalat wajib lainnya termasuk shalat tarwih dilaksanakan di rumah masing-masing.

“Alhamdulillah sebagian besar masjid sudah melaksanakan imbauan tersebut, walaupun masih ada masjid yg belum melaksanakan imbauan tersebut, tetapi insya Allah tetap kita akan lakukan pendekatan secara persuasif dengan pelibatan aparat terkait untuk pelaksanaan imbauan ini,” jelas Amran Torada.

Sekedar diketahui, saat ini di wilayah Kecamatan Pattallassang, 2 orang sudah dinyatakan positif covid 19 berdasarkan hasil rafid test dan swab. Terbaru, hari ini satu orang kembali dinyatakan positif berdasarkan hasil rafid test.

(Ichal)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*