Masyarakat Desa Cikoang Tidak Sabar Menanti Gelar Pesta Maudu Lompoa

TN-Takalar. Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi ciri khas budaya desa cikoang yang berada di Kab. Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dikenal dengan perayaan Maudu Lompoa masyarakat desa cikoang tidak sabar menanti untuk menggelar acara tahunan ini segera.
 
Dirangkum dari laman NU online, Maudu Lompoa berarti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar begitu meriah. Dengan mengusung mascot Perahu pinisi kemudian dihias dengan replica kebutuhan hidup sehari-hari seperti kain, sarung, pakain, hingga seprai beserta dengan berbagai macam jenis kue-kue dan makanan tradisional lainnya. 

Makanan khas tradisional sulsel yang menjadi isi dari perahu pinisi ini menjadi wajib isi dalam perayaan maudlid julung-julung , seperti nasi ketan khas Makassar yang biasa disebut songkolo kemudian diisi dengan ayam olahan tumis seekor dan di hiasi dengan menara telur berwarna-warni. 
Sajian makanan ini melambangkan bahtera yang dipercayai membawa berkah bagi masyarakat desa Cikoang 
Tabuan gandrang  na pui’-pui’ alat musik tradisional khas Sulawesi Selatan yang menjadi salah satu ciri khas pula pada perayaan ini. Kalangan remaja memainkan alat musilk ini sambil mengarak maskot julung-julung (perahu pinisi) ketempat acara Maudu Lompoa yang biasanya dilaksanakan di samping Rumah Adat Cikoang. 

Salah satu kutipan warga desa cikoang yang sudah tidak sabar menanti pergelaran tahunan ini membuat pergelaran ini ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat daerah Sulawesi Selatan Khususnya daerah Takalar. 

“saya sangat menanti acaran tahunan Maudu Lompoa tahun ini karena kemarin sempat terkendala akibat Corona, semoga pergelaran Maudu Lompoa tahun ini lebih meriah dan berjalan dengan lancar” ujar Arsyad Dg Nai
Secara historis perayaan Maudu Lompoa Ri Cikoang ini melambangkan sejarah pertama kalinya masuk agama islam diwilayah selatan pulau Sulawesi yang dibawa oleh pedagang-pedagang Arab .  yang hingga kini acara Maudu Lompoa semakin besar dan mulai dikenal hingga diseluruh Indonesia. 

Penulis BIG FAIR AZISMahasiswa UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*