Bersama Relawan Banser Lainnya, Banser Takalar Jalan Kaki Pikul Bantuan Korban Gempa ke Desa Terisolir

TakalarNews.id. Misi kemanusiaan gabungan Gerakan Pemuda Ansor dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah di lokasi gempa Mamuju- Majene Sulawesi Barat (Sulbar), benar-benar diuji dengan kondisi medan yang berat.

Mereka harus membawa bantuan logistik ke lokasi pengungsian korban gempa yang sulit dijangkau tepatnya di Desa Labuang Rano, Kecamatan Tapalang Barat, Mamuju.

Sebanyak 21 pasukan GP Ansor yaitu Barisan Ansor Serbaguna (Banser) diterjunkan ke lokasi untuk mengangkut logistik kebutuhan pengungsi. Termasuk diantaranya, relawan Banser Takalar.

Dua desa menjadi target penyaluran logistik Banser, yaitu Desa Dungkait dan Desa Labuang Rano. Desa Dungkait tempatnya di pengungsian warga di bukit dekat Puskesmas Dungkait.

Sementara Desa Lambung Rano Ujung Tapalang Barat perbatasan antara Kecamatan Tapalang Barat dan Kecamatan Simboro, Mamuju.

Banser Takalar saat mengunjungi tenda pengungsian di Desa Terisolir di Mamuju, Kamis (21/1/2021).

Di desa Labuang Rano, Banser menghadapi rintangan, selain jalan putus, ia juga mendapat penghadangan dari masyarakat lantaran belum tersentuh bantuan logistik.

Warga Labuang Rano langsung menjembut sembako tersebut.

“Banser dan warga Labuang Rano memikul logistik dengan jarak kurang lebih 1 kilo meter,” ungkap Kasatkorwil Banser Sulsel, Andi Abbas Rani, Jum’at, (22 Januari 2021).

Relawan Banser harus berjalan kiloan meter untuk membawakan bantuan untuk pengungsi di Mamuju.

Bantuan yang dibawa Banser dari hasil Penggalangan dana Keluarga besar NU Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat, PW Ansor Sulteng, PC Ansor Kabupaten Luwu Timur, PC Ansor Kabupaten Maros, PC. Ansor Kabupaten Takalar dan Ansor Kabupaten Wajo.

(Ichal)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*