Kapus Asal Desa Massamaturu Polut Positif Corona

TakalarNews.id. Kepala Puskesmas (Kapus) Tonrorita Gowa, berinisial “S” asal Desa Massamaturu, kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar dinyatakan positif corona. Saat ini sedang dirawat intensif di RS Labuang Baji, Makassar.

Ketua harian gugus covid 19 Takalar, Rahmawati mengatakan, Kepala PKM di Gowa itu diduga tertular akibat trasmisi lokal di tempat kerja di Gowa.

“Kepala PKM Tonrorita di Gowa dilaporkan positif Covid 19, tapi beralamat di desa Massamaturu, Takalar,” kata Ketua Gugus Covid 19 Takalar dr Rahmawati, Senin 1 Juni 2020.

Mendapatkan laporan ada warganya kembali tertular, Tim Gugus Covid 19 Takalar langsung melakukan penyemprotan disinfektan terhadap rumah kerabat pasien positif di Massamaturu.

Tim Gugus juga langsung melacak keberadaan orang- orang yang pernah kontak fisik dengan S beberapa hari terakhir.

“Sudah kita lakukan penyemprotan disinfektan kemarin di rumah mertuanya di Massamaturu, termasuk kita lacak orang yang pernah kontak fisik dengan pasien positif,” terang Rahmawati.

S termasuk pasien positif ke 13 yang tercatat sebagai warga Takalar. Angka ini diprediksi masih terus bertambah karena penularan Covid 19 masih cukup tinggi.

(AR)

4 Komentar

  1. Maaf sebelumnya kak, sebelum kita bagikan berita yang seperti ini ada baiknya kita cari informasi yang lebih detail dulu seblum kita sebarkan. Karena ini informasi yang salah, kami dari pihak desa massamaturu merasa keberatan. Dan kami akan menindaklanjuti jika tidak dihapus.

  2. Maaf, Mungkin bisa dicek ulang berita di atas sebab pihak dari kluarga bersangkutan dgn pemerintah desa massamaturu keberatan mengenai Validitas data yg diberitakan.
    dari judul sudah salah sebab pasien bukan asal dari massamaturu’ Kemudian penyemprotan tidak dilakukan oleh tim covid kabupaten tapi dari pihak desa massamaturu sndri krna kebetulan pernah kontak langsung di rumah mertua, selanjutnya data yg disajikan terkait pasien positif ke-13 warga takalar itu juga tidak akurat berdasarkan data covid yg ada. Jadi kami sarankan berita ini dihapus sblum pihak kluarga menuntut media ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*