Mengidap Penyakit Aneh, Janda Miskin Ini Malah Tidak Pernah Tersentuh Bantuan Sosial

TakalarNews.id. Seorang Ibu yang tinggal di Lingkungan Bantinoto 1, Kelurahan Bontokadatto Kecamatan Polongbangkeng Selatan, saat ini sedang mengidap penyakit aneh.

Tanri Dg Bone (60), Janda miskin yang kini tinggal berdua dengan cucunya yang masih duduk dibangku SMA ini, mengalami pembengkakan hebat pada bagian perutnya, sekitar 4 bulan terakhir.

Menurut keterangannya, awalnya Ia pernah memeriksakan diri ke puskesmas sekitar 2 tahun lalu dan waktu itu ia didiagnosa mengidap penyakit gondok beracun. Terakhir, saat memeriksakan diri ke rumah sakit awal bulan maret ini, Ia diduga mengidap penyakit liver. Kini Ia hanya bisa terbaring dirumahnya, karena kondisinya semakin parah akibat perutnya yang kian membesar.

Ironisnya, meskipun mengidap penyakit aneh ini, Ia sama sekali belum pernah tersentuh bantuan sosial jenis apapun.

Banyaknya bantuan sosial, terutama di saat pandemi corona, tidaklah membuatnya beruntung ikut merasakan bantuan dari pemerintah tersebut.

Ternyata kondisi Tanri Dg Bone ini, luput dari pantauan tenaga kesehatan dan pemerintah setempat. Hal ini juga diakui Lurah Bontokadatto Jamaluddin Dg Sikki saat dihubungi terkait kondisi warganya tersebut.

“Iye bidan juga tdk tahu padahal setiap bln posyandu didekat rmhx,” ungkap Jamaluddin Dg Sikki lewat pesan WA, Jumat (12/6/2020).

“Insya Allah hari ini (Jumat, red) bersama bidan, PKK, staf kelurahan, dan dari puskesmas berkunjung iye,” tambahnya.

Mengetahui hal ini, plt Kepala Dinas Kesehatan dr.Rahmawati berjanji akan menanggung pengobatan Tanri Dg Bone.

“Insya Allah, dari dinkes akan membantu pengobatannya, kerjasama dgn RSUD HPDN,” ungkap dr.Rahmawati.

Sebelum sakit, sehari-hari Dg.Bone kerja serabutan. Mulai dari bercocok tanam di kebun, hingga membantu tetangganya di sawah saat musim tanam. Tapi kondisi kesehatannya yang semakin parah, memaksanya tinggal di rumah.

Ia tidak lagi memiliki anak yang bisa merawatnya. Karena anak semata wayangnya telah meninggal beberapa tahun lalu. Saat ini, Ia yang merawat cucunya Nurlifia fitrieni (17), dengan uluran tangan keluarga dekatnya yang lain.

Karena itu, pihak keluarga dan tetangganya berharap, ada bantuan sosial dari pemerintah yang diberikan, mengingat yang bersangkutan merupakan warga tidak mampu.

(Muh.Anzar)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*