Seorang Ibu Positif Corona di Bulukunyi, Puluhan Orang Ikut Jalani Swab Test

TakalarNews.id. Seorang Ibu yang tinggal di Lingkungan Paranglabbua Kelurahan Bulukunyi Kecamatan Polsel, berinisial KT (47) diduga tertular virus corona, usai melayat ke tetangganya yang meninggal dua pekan lalu.

Sepekan berlalu, KT kembali melayat ke tetangganya yang meninggal. Dalam dua kematian itu, banyak kerabat almarhum yang datang dari Makassar.

Usai melayat, pasien positif merasakan demam, batuk, dan sesak nafas. Ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas Bulukunyi, Rabu 20 Mei 2020. Tak kunjung membaik, KT pun memeriksakan diri ke RSUD Padjonga Daeng Ngalle keesokan harinya.

Dua malam di RSUD Takalar, pasien pun dirujuk ke RS Dadi, Makassar untuk perawatan lebih lanjut. Lima malam di RS Dadi, KT dinyatakan positif terpapar virus mematikan itu.

“Kemarin kita dapat informasi dari Dinkes Sulsel menyatakan bahwa saudari KT positif, pasien dirawat di RS Dadi sebelumnya dua malam di RSUD Takalar,” kata ketua harian tim gugis covid 19 Takalar dr.Rahmawati.

Tim Gugus Covid 19 Takalar pun melakukan contact tracking untuk memutus penularan virus corona usai mengetahui KT, 47, warga Parang Labbua, kelurahan Bulukunyi, Polongbangkeng Selatan dinyatakan positif terjangkit virus berbahaya itu.

Tim Gugus langsung melakukan swab test terhadap 20 orang yang diduga pernah bersentuhan dengan pasien positif yang saat ini dirawat di RS Dadi, Makassar itu.

Mereka yang menjalani swab test terdiri dari 7 orang kerabat dekat pasien, 7 tenaga kesehatan di Puskesmas (PKM) Bulukunyi, dan 6 tenaga medis di RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar.

“Jadi total orang yang pernah bersentuhan dengan pasien positif sebanyak 20 orang, itu semua kita swab test tadi siang untuk mengetahui potensi penularan Covid 19,” kata Ketua Gugus Covid 19 Takalar dr Rahmawati, Sabtu (30/5/2020).

Plt Kadis Kesehatan Takalar itu mengatakan, contact tracking perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka yang pernah bersentuhan dengan KT. Meski pernah kontak fisik dengan pasien positif, Rahmawati berharap tak ada orang yang tertular virus corona itu.

“Kita berharap tak ada yang tertular, makanya tracking ini perlu cepat dilakukan untuk mendeteksi potensi penularan, ini memang protap penanganan Covid 19,” kata Rahmawati.

(Muh.Anzar)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*