Takalar Segera Miliki Kampung Inggris

TakalarNews.id. Pemerintah Kelurahan Kalabbirang kembali menggelar Sosialisasi dan FGD pengembangan kawasan Kampung Inggris, kampung Budaya dan Kampung Literasi, Jumat (30/10/2020).

Menurut Lurah Kalabbirang Bansuhari Said, S. Ap., M. Si yang biasa di panggil Dg.Baji, Ini FGD yang ketiga kalinya dilakukan.

“FGD ini kami lakukan memang untuk melakukan persiapan sosial yang matang, di masyarakat,” jelas Dg Baji.

Ia menuturkan, FGD pertama dilakukan di tahun 2019 dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan semua elemen masyarakat kalabbirang, lalu yang kedua diawal tahun 2020 melibatkan dinas terkait, akademisi, dan LSM, ini untuk mensikronkan program dan menyamakan persepsi terkait ketiga kampung ini.

Hari ini FGD ketiga dilakukan mulai melibatkan pelajar SMA dan SMP untuk mengambil bagian, melakukan sosialisasi dengan mulai membangun sinergitas dengan anak-anak muda, yang akan mengambil peran lebih besar dalam kegiatan ini.

“Kegiatan kali ini sudah di set dengan kegiatan english camp, lembaga kursus TIEC Makasar bekerjasama dengan pemerintah kelurahan kalabbirang. Peserta kita dari SMP dan SMA khusus warga Kalabbirang akan dilatih selama 4 hari 3 malam bersama dengan masyarakat,” tambahnya.

Fokus kegiatan ini di Sompuraya, sehingga peserta beserta pembina masing-masing tinggal dan berbaur di rumah penduduk. Tujuannya agar peserta terbiasa bercakap bahasa Inggris, dari mereka bangun tidur sampai tidur lagi.

Masyarakat juga sudah bisa memulai membiasakan diri dengan kehadiran anak-anak yang akan belajar, dan tinggal bersama mereka menggunakan bahasa Inggris.

“Ini belum selesai, kami juga akan membangun kerjasama dengan Dewan Kesenian dan Kebudayaan Takalar untuk membangun kawasan Budaya dan Literasi. Yah kami akan serahkan pengembangan kedua kawasan ini dengan orang-orang yang memiliki wawasan yang lebih dan memiliki integritas tinggi dalam melakukan kerja- pemberdayaan,” terang Dg Baji.

Ia juga menjelaskan Pemerintah kelurahan kalabbirang tentu tidak bisa bekerja sendiri untuk wujudkan rencana besar ini. Dengan kehadiran kampung Inggris di Takalar, Masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jawa untuk belajar Bahasa Inggris.

“Kami ini hanya fasilitator saja, biarkan anak-anak muda dan berbakatlah yang bekerja menuntaskan prigram2 pemerintah. Saya bersyukur, dipertemukan dengan pemimpin yang hebat seperti bapak Syamsari Kitta, yg memberi ruang gerak yang luar biasa kepada kami dan anak2 muda lainnya,”tutupnya.
(Ichal)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*